Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 30 Juli 2011

Setiap saat dan setiap kejadian sarat dengan pelajaran hidup. Beberapa di antara kita mungkin sudah cukup memahami pelajaran hidup itu sejak awal dan menjadikannya pedoman untuk melangkah lebih baik, sementara yang lain masih mengabaikannya. Kepandaian kita mencari hikmah diantara proses kehidupan yang sulit atau senang tentu akan membawa kita pada tingkat kualitas personal dan kehidupan yang lebih baik pula.


Contohnya, kota Kobe di Jepang yang kini telah menjelma menjadi kota modern dan maju, dilengkapi oleh gedung-gedung yang kokoh. Keadaan tersebut tak lepas dari gempa dahsyat yang pernah melanda kota tersebut, yaitu Great Kanto Earthquake (tahun 1923) dan dan gempa bumi berkekuatan 7,5 Scala Richter yang terjadi pada tanggal 17 Januari 1995. Sejarah Kota Kobe tidaklah manis, karena kedua gempa itu masing-masing menelan 143.000 korban jiwa dan 6.434 korban jiwa.

Saat berkunjung ke Kobe Earthquake Museum bersama puluhan orang mitra bisnis KK Indonesia pada bulan Maret lalu, kami mendengar tak kurang dari 300.000 orang kehilangan tempat tinggal, 200.000 gedung hancur, dan 120 dermaga di Kobe musnah. Diceritakan pula bahwa kota Kobe dilanda kebakaran hebat selama 24-48 jam setelah diguncang gempa. Jumlah kerugian diperkirakan 10 triliun yen atau 102,5 miliar dollar AS. Kota Kobe saat itu benar-benar hancur dan mengalami sejarah kelam.

Salah satu hikmah dari gempa tersebut adalah bangkitnya empati bangsa Jepang terhadap sesama. Hal itu ditandai oleh terbentuknya sebuah organisasi solidaritas sosial pada tahun yang sama. Yang lebih mengharukan, dalam 3 bulan saja organisasi tersebut sudah beranggotakan 1,2 juta sukarelawan.

Gempa Kobe 1995 menjadi pengalaman pahit, namun dari sanalah timbul keinginan dan usaha yang lebih serius dari pemerintah untuk melakukan pencegahan timbulnya lebih banyak korban bila terjadi bencana. Salah satu langkah mereka yaitu mengatur jarak antar bangunan dan tata kota sedemikian rupa agar gempa tidak menimbulkan efek domino. Pemerintah Jepang juga mengoperasikan The Ground Self-Defense Force sehingga setiap getaran gempa pada frekuensi tertentu dapat segera terdeteksi agar dapat dilakukan langkah preventif dengan cepat.

Bencana mengerikan itu ternyata juga mengilhami pemerintah Jepang untuk mendirikan Kobe Earthquake Memorial Museum pada tahun 2002. Selain menjadi daya tarik wisata, museum tersebut juga dijadikan sarana pendidikan untuk para generasi muda tentang bagaimana melakukan penanganan dini bila terjadi gempa hebat. Kekuatan dan bentuk bangunan museum dirancang khusus sebagai gedung percontohan yang tahan gempa vertikal maupun horinsontal.

Di dalam museum terdapat juga ruang teater, di mana pengunjung dapat menyaksikan video yang berisi suara-suara dan keadaan, serta bagaimana upaya masyarakat kembali bangkit dan membangun kehidupan mereka kembali pasca gempa. Suara dan gambar dalam video tersebut benar-benar nyata, sehingga tak sedikit di antara kami larut dalam suasana haru dan meneteskan airmata.

Di area museum kami juga bertemu dengan para korban bencana yang selamat. Sampai saat ini untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka tidak senang meminta belas kasihan. Mereka hidup mandiri dengan menjual produk-produk kerajinan tangan di museum tersebut.

Pengalaman pahit akibat gempa dahsyat di kota Kobe tidak membuat masyarakat terus menyalahkan keadaan. Sebaliknya mereka segera bangkit, dan berusaha membenahi kehidupan terutama dalam hal ekonomi, teknologi, maupun kekuatan mental. Pemerintah Jepang juga segera melakukan langkah-langkah nyata untuk masyarakat. Boleh dikata hikmah di balik bencana gempa dahsyat tersebut adalah terciptanya solidaritas masyarakat lebih besar, perhatian pemerintah yang lebih besar, sehingga kini Kobe menjelma menjadi lebih modern dan rapi.

Saya teringat bencana gempa dan tsunami dahsyat yang terjadi di Aceh, 26 Desember 2004. Kemajuan fisik berupa bangunan dan geliat ekonomi di sana memang berkembang pesat. Tetapi apakah kondisi mental para korban yang selamat juga sudah benar-benar sudah pulih? Saya juga belum mengetahui apakah masyarakat di sana juga semakin tanggap dan terlatih jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam?

Seminggu kemudian, setiba di Jakarta dari Jepang, saya mendengar berita tentang jebolnya tanggul Situ Gintung di Cirendeu, Tangerang Selatan. Bencana tersebut telah merenggut 100 korban meninggal dunia dan lebih dari 100 lainnya hilang. Tsunami kecil itu menyisakan kesedihan mendalam dan trauma pada korban selamat maupun keluarga korban.

Bila kita berkaca pada Kobe, seharusnya bencana tersebut menjadi pembelajaran yang sangat mahal nilainya. Seperti halnya masyarakat kota Kobe, seharusnya kita semua berbesar hati menerima kenyataan meskipun itu pahit dan menjadikannya sebagai titik tolak untuk bersikap lebih waspada, memiliki kepedulian yang lebih besar terhadap kelestarian ekosistim, serta semakin meningkatkan solidaritas sosial. Terlebih jumlah tanggul di Jabodetabek jumlahnya sangat banyak.

Sejarah dan pengalaman buruk berwujud aneka rupa, misalnya gempa, tsunami, banjir, kegagalan, putus cinta dan lain sebagainya. Di masa datang kita mungkin akan menghadapi berbagai bentuk kenyataan pahit dan nampak begitu menakutkan. Tetapi jika kita berusaha keras keluar dari masalah, maka suatu saat tanpa disadari kenyataan pahit itu justru menjadi titik tolak bagi perubahan. Sejarah dan pengalaman pahit tak pernah kita inginkan, tetapi semua itu kita perlukan agar kita sadar untuk segera melakukan perubahan dan menjadi jauh lebih baik dengan segala potensi yang kita miliki.
Baca Selengkapnya - Belajar dari Pengalaman Pahit
Apa sebenarnya tujuan anda hadir dalam dunia ini? apakah anda merasa bahwa hidup hanyalah kebetulan – kebetulan yang kering makna? Sudah teramat banyak manusia yang pernah hidup dinuia ini. generasi ke generasi telah berganti.

Apa sebenarnya tujuan kehadiran seseorang di dunia ini? apakah hanya untukmenjalani hari-demi hari hidupnya dengan datar-datar saja. melewati fase demi fase dalam kehidupan yang kuran glebih seragam antara manusia satu engan yang lain. Lahir, kecil, sekolah, remaja, mengenal lawan jenis, menikah, punya anak, lalau mati.

Sesederhana itukah hidup ini? lalu apa bedanya kehidupan kita dengan jamur-jamur yang mekar satu malam. Jamur – jamur itu juga menjalani fase hiupnya dengan baik. Hanya beda skala waktu saja. Sekarang ini ada begitu banyak manusia yang tak sempat untuk berpikir tentang hakikat tujuan hidup mereka yang sejati. Mereka telah disibukkan oleh hal – hal yang bersifat material. Mengejar uang, gengsi, dan status sosial. Ada banyak sekali orang yang ketika ditanya tentang misteri kehidupan, mereka tak sanggup menjawabnya dengan jelas.

Mereka menjalani hidup mereka apa adanya. Tanpa mau pusing-pusing memikirkan hakikat keberaadan kita di dunia ini. yang mereka kejar semata-mata bagaimana untuk bertahan hidup, meningkatkan taraf hidup, statu sosial, juga bagaimana menumpuk materi sebanyak-banyaknya untuk masa depan. Semata-mata kesejahteraan adalah ekonomi.

Banyak sekali orang yang memandang hidup tak lebih dari hanya sekedar sebuah perjalanan menyelesaikan fase-fase yang serupa. begitu-begitu saja sejak jaman kakek neneknya dahulu. Mereka pun mewarisi hal itu kepada keturunan mereka. Coba perhatikan bagaimana para orang tua sekarang telah sedemikian rupa mensetting kehidupan anaknya. Mereka telah mengatur serapi mungkin seolah-olah tugas hidp anak-anak mereka adalah menjalani satu garis lurus saja, dimana diujung garis itulah tempat beradanya satu hal yang disebut dengan kesuksesan. Para orang tua itu lupa mengajarkan tentang hakikat kehidupan yang sebenarnya. Mereka lupa engajarkan itu kepada anak-anak mereka, sebagaimana orang tu mereka dulu juga lupa mengajarkan kepada mereka. Maka akanlahirlah generas-generasi yang tak ubahnya bagai robot yang telah diprogram. Mereka mencari kebahagiaan dan menemukannya di film-film komedi, panggung-panggung music, membentuk geng-geng kumpul kebo, dunia gemrelap, dan sebagainya. Mereka berusaha menutupi kekeringan jiwa mereka dengan cara mencari cara agar bisa tertawa sebanyak-banyaknya.

Kesuksesan bagi kebanyakan orang adalah ketika berhasil membuat semua orang berdecak kagum. Dan seperti itulah yang menjadi defiisi umum tetang suatu kesuksesan di mata masyarakat. suatu makna sukses yang disepakati secara bersama-sama sehingga semua orang menjalani hidupnya didorong oleh keinginan untuk mencapai kesuksesan semacam ini. buntutnya, banyak orang yang membuat ilihan-pilihan hidup tidak berdasarkan ilmu, melainkan karena begitulah yang menurut masyarakat umum pilihan yang tepat. sekarang anda jawablah dengan jujur, seberapa banyakkah pilihan hidup yang benar-benar anda pilih berdasarkan kesadaran dan kehenddak anda sendiri tanpa dipengaruhi oleh orang lain atau pun lingkung anda? Ada akan terkejut bahwa sedikit sekali pilihan hidup yang anda pilih benar-benar bradasarkan kesadaran anda bahwa yang anda pilih adalah tepat. Coba pikirkan kembali alasan-alasan anda ketika akanmembuat sebuah pilihan. Benarkah anda tidak pernah terlalu mempertimbangkan pendapat orang lain akan pilihan yang akan anda buat itu?

Kebanyakan hidup kita telah disetir sedemikian rupa oleh lingkungan kita. Bahkan standar kebahagiaan telah ditetapkan sedemikian rupa sehingga orang-orang berbondong-bondng mengejarnya. Arti Kebahagiaan di masyarakat sekarang ini adalah ketika memiliki penampilan yang sempurna, pekerjaan yang bregengsi, status sosial yang tinggi, memiliki tubuh yang indah seperti yang diajarkan iklan kecntikan di televisi. Betapa kotak sialan bernama televisi telah dengan sangat lancang memasuki rumah-rumah setiap orang untuk mengajarkan tentang standar kebahagiaan global. Lihatlah betapa setiap hari orang-orang dilecehkan oleh telvisi yang selalu menampilkan orang-orang sempurna penampilannya, seoalh-olah hendak mengatakan “Jika kamu idak seperti ini maka tidak ada tempat untukmu di dunnia ini!”. Betapa pahlawan-pahlawan, orang-orang berhati malaikat, jagoan-jagoan yang ditampilkan di televisi semua memiliki penampilan sempurna. lalu tidak adakah pahlawan yang memiliki penampilan fisik yang biasa-biasa saja atau bahkan kurang?

Apa yang diperoleh oleh orang-orang dengan mengejar semua kesenangan dunia bukanlah kebahagiaan yang sejati. Semua uang, kedudukan, status sosial dan sebagainya hanya bisa membuat seseorang menjadi bergairah untuk beberapa saat. Pada akhirnya tetap harus mereka akui bawa jiwa mereka tetap kering. Kebahagaiaan yang sesungguhnya adalah ketika anda dengan sadar memutuskan untuk merasa bahagaia, walau apa pun keadaan anda saat itu. Anad berhak membuat definisi sukses anda sendiri. Jangan biarkan hidup anda disetir oleh keadaan. Anda berhak atas hidup anda. Dan anda berhak membuat keputusan kapan anda akan bahagia, tanpa harus peduli dengan standar masyarakat. biarkan orang lain hanya bisa bahagia ketika mencapai posisi sosial ekonomi tertentu. Sedangkan, anda bisa bahagia sekarang juga, tak perlu menunggu lebih lama lagi sampai anda sukses nanti.

source : tegaklurus.com
Baca Selengkapnya - Tentukanlah Kebahagiaan Anda Sendiri

A+B+C+D…. kita bukan lagi belajar membaca… ini semua ada terjemahannya…

A = Alat

B = Bekerja

C = Cita-cita

D = Doa..

Saya pernah membaca sebuah buku, cuman lupa judulnya apa, karena buku ini tdk saya beli, cuma numpang baca di Gramedia,hehehe… tidak mau beli bukan karena boke, cuma karena isi buku ini sudah sering saya dapat di buku-buku laen yang saya beli sebelumnya..

Katanya prinsip untuk menjadi sukses, bisa dengan dirumuskan dengan A + B + C + D atau D + C + B + A? Mana yang lebih pas menurut kalian? Kalo menurut pengarang buku itu, saya juga sependapat, katanya pake prinsip D + C + B + A… Kenapa? kenapa bukan A+B+C+D??

Pernahkah kalian mencari rumah temanmu? bagaimana proses nya?

kalian pertama mendapatkan dulu alamatnya, terus menentukan/mencari dimana kira2 arah rumah temanmu. Setelah mendapatkan arah dan posisi alamat rumah temanmu tadi, terus anda mulai berjalan, menggunakan kendaraan kalo jauh, baik kendaraan sendiri atau kendaraan umum,… jadi prosesnya kira2, dimulai dengan menentukan arah baru bekerja terus menentukan alatnya, bukan???

Nah, dalam proses menuju sukses, dari pengalaman dan pelajaran-pelajaran yang saya dapatkan dari orang-orang sukses, disarankan kita menentukan dulu apa “D” kita? Doa kita? Bagaimana kehidupan yang kita inginkan dari Nya? atau dengan kata lain, kita tentukan dulu Visi kehidupan kita, Impian2 kita, Doa kita.. Selanjutnya tentukan goal-goal terdekat..Jadi dari Visi, tentukan Goal-goal jangka menengah atau jangka pendeknya…(tentang Goal, saya pernah tuliskan juga di blog antonhuang.com ini, cuma di hosting yang dulu).. Goal= Cita-cita, apa goal saya? apa goal terdekat anda? Bekerjalah dengan menggunakan Goal..ibarat pemain bola yang menggiring bolanya menuju ke gawang, sehingga tercipta Goal..permainan bola terasa seru karena ada goalnya, apalagi kehidupan bisnis, kehidupan kita, tentunya butuh goal. Biar seru, biar bisa evaluasi, biar jelas target apa yang ingin kita raih, biar pekerjaan/bisnis kita terarah. Dalam bekerja/membangun bisnis, kita pasti butuh Alat. Zaman semakin canggih, orang lebih memilih pesawat terbang untuk bepergian jarak jauh supaya lebih cepat sampai. Begitupun bisnis kita, pekerjaan kita. Pilihlah dan pakailah alat yang sesuai, yang cepat… Nah ini prosesnya kalau D+C+B+A…

Nah, gimana kalo dipilih A+B+C+D? Alat, Bekerja, Cita-cita, Doa, ….menurut pendapat saya, pengalaman saya, kalau kita pilih cara ini, artinya di awal kita bekerja tanpa arah…
Baca Selengkapnya - A+B+C+D = ? Sukses ! haha ^_^

Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positif. Tapi, bagaimana melatih diri supaya pikiran positiflah yang ‘beredar’ di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.

1. Melihat masalah sebagai tantangan

Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.

2. Menikmati hidupnya

Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.

3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide

Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.

4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak

‘Memelihara’ pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah.

5. Mensyukuri apa yang dimilikinya

Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya

6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu

Sudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.

7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan

Pernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka ini jelas bukan penganutnya.

8. Menggunakan bahasa positif

Maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti “Masalah itu pasti akan terselesaikan,” dan “Dia memang berbakat.”

9. Menggunakan bahasa tubuh yang positif

Di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan ‘hidup’.

10. Peduli pada citra diri

Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam
Baca Selengkapnya - Ciri orang yang berfikir positif
Rabu, 27 Juli 2011
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera...
Temen-temen, aku pengen sharing lagi nih, Cekidot >>>

Kepintaran dan kebodohan, manakah yang akan anda pilih ? Mungkin hampir semua orang akan memilih untuk dianugrahi memiliki kepintaran. Kebodohan hanya membawa kesengsaraan. Bagaimana jika kepintaran dan kebodohan ini diasumsikan pada sebuah kegiatan yang sedang berlangsung ? Ada kalanya sebuah kebodohan akan mendapat derajat yang lebih tinggi daripada kepintaran, bahkan kebodohan dapat melahirkan sesuatu yang luar biasa dimana hal ini tidak dapat dijangkau dengan kepintaran. Kepintaran hanya menjadi batasan dalam melakukan kegiatan, lain halnya dengan kebodohan yang memberikan kebebasan tanpa batas.

Lihatlah para pelaku atraksi berbahaya diatas motor, bukankah itu sebuah kebodohan. Orang2 yg pintar tentu tdk akan melakukan hal tersebut karena orang2 yang pintar tentu tidak akan mengambil resiko yang akan merugikan. Coba berpikir dengan pandangan yg berbeda. Kebodohan akan tetap menjadi sebuah kebodohan jika gagal melakukan kebodohan itu, tetapi jika berhasil melakukannya dengan baik tentu akan menjadi luar biasa. Contoh lainnya seperti sirkus, balapan, sepakbola, trikshoot bilyar, tinju dan sebagainya. Begitulah kenyataannya, manusia pada dasarnya menyukai untuk melihat kebodohan, bukanlah kepintaran.
Baca Selengkapnya - Antara Kepintaran dan Kebodohan
Hallo sobat salam kenal , mari membaca sedikit info di blog ini... sering-sering kesini yaa, thx

Arsip Blog

Popular Posts

Total Pengunjung

Website counter

Pengikut

About Me

Foto Saya
Muhammad Arief
Tangerang Selatan, Banten, Indonesia
Jangan takut u/ berbuat hal bodoh... Coba berpikir dengan pandangan yg berbeda... Kebodohan akan tetap menjadi sebuah kebodohan jika gagal melakukan kebodohan itu, tetapi jika berhasil melakukannya dg baik tentu akan menjadi luar biasa.
Lihat profil lengkapku

Rujukan

Muhammad Arief S. Diberdayakan oleh Blogger.